Makassar, JagadNews.online
Selasar SMAN 18 Makassar menggelar Pentas Seni, Menembus Batas Kreativitas”
Sebagai tradisi memperingati Milad, yang memasuki usia ke-13 tahun, Kelompok Ekstrakurikuler ‘Selasar’ (Seni Delapanbelas Makassar) yang merupakan salah satu wadah pembinaan dan pengembangan bakat dan talenta seni siswa internal SMA Negeri 18 Makasar, menggelar hajatan sebagai ajang unjuk ekspresi, kreativitas melalui pagelaran pentas seni.
Pagelaran Pentas Seni (Pensi) mengusung tema “Menembus Batas Kreativitas”, Sabtu 22 Februari 2025. Kepala SMAN 18 Makassar yang diwakili Wakasek Kesiswaan Drs. Azis Saputra, M.Pd dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas perayaan Milad ke-13 Kelompok Ekskul Selasar yang telah berkontribusi dalam proses pembinaan dan pengembangan minat dan bakat siswa-siswi SMA Negeri 18 Makassar khususnya di bidang seni.
Wakasek menekankan bahwa pagelaran pentas seni tidak hanya sekedar ruang bagi siswa-siswa untuk menunjukkan ekspresi dan kreativitas seni namun yang terpenting menjadikan pentas seni wadah untuk memperkuat silaturahmi keluarga besar SMA Negeri 18 Makassar.
Sementara Pembina Ekskul Selasar SMA Negeri 18 Makassar, St. Rahmatia Wahab, S.Pd mengungkapkan rasa suka cita kepada segenap siswa yang tergabung dalam komunitas Selasar yang telah bekerja maksimal sehingga pagelaran pentas seni yang dirangkaikan dengan Milad ke-13 Selasar dapat terlaksana dengan baik.
Rahmatia yang juga menjabat sebagai Wakasek Sarana dan Prasarana mengungkapkan bahwa Ekskul Selasar yang didirikan pada tanggal 12 Februari 2012 sampai saat ini sudah sekitar seribu siswa telah berperan aktif di komunitas tersebut.
Bahkan ada di antaranya yang telah mengikuti ajang seleksi pencarian bakat talent tingkat nasional seperti X Factor Indonesia.
Presentase estetis yang ditampilkan pada pagelaran pentas seni SMA Negeri 18 Makassar, di antaranya pertunjukan Tari Klasik dan Tari Kreasi, Musik Perkusi, Pertunjukan Teater, dan Musik Band.
pertunjukan tari, meliputi; Tari Saman (Gayo – Aceh) sebuah tari ritual yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO pada 24 November 2011, Tari Mappande Banua (Sulbar), Tari Eran di Langi’ (Toraja) yang mengisahkan kerinduan manusia akan surga, dan Tari Kreasi Legenda Batu Menangis (Dayak – Kalbar) yang memberi pesan moral bahwa kecantikan tidak akan ada artinya apabila sang pemilik wajah memiliki sifat angkuh dan sombong.
Di penghujung acara, penampilan personil Band ‘Selasar’ SMA Negeri 18 Makassar yang memukau, menutup rangkaian acara dengan persembahan dua buah lagu secara beruntun, di antaranya Rumah kita, sebuah lagu lawas yang dipopulerkan oleh God Bless dan Sudah Cukup Sudah/Nirwana Band.
Sementara Kepala SMAN 18 Makassar H.Subhan, S.Pd, M.Pd yang ditemui kemarin mengatakan bahwa, kegiatan Pensi menjadi agenda tahunan.
Benar kegiatan ini kita selalu adakan setiap tahun dan kami mengapresiasi dan semua karya karya selama satu tahun kita pentaskan atau pamerkan, ujarnya.
(Salman Salam)
