Makassar, JagadNews.online

Pemerintah pusat melalui Kemendikdasmen Republik Indonesia pada tahun ini telah menggelontorkan anggaran super jumbo dengan nilai sekira hampir Rp16,9 triliun dan telah terealisasi Rp8,8 triliun yang menyentuh pada 10.440 satuan pendidikan secara nasional yakni, 78 persen sekolah negeri dan 22 persen sekolah swasta.
Demikian data yang di rilis media ini melalui MetroTV saat Wamenkeu memberikan pemaparan soal realisasi APBN.
Diketahui bahwa khusus dalam jajaran pendidikan pemerintah terus memberikan ruang dan perhatian atas perbaikan dan peningkatan sarana dari tahun ke tahun mengingat tingkat kerusakan fisik bangunan sekolah juga terus bertambah, namun dibalik itu diharapkan bantuan fisik dapat lebih terarah dan transparan dalam pengelolaannya.
Di Provinsi Sulsel khususnya pada jenjang SMA, SMK dan SLB juga menerima bantuan revitalisasi dan telah di mulai pengerjaan mengingat batas waktu pelaksanaan kegiatan harus selesai pada penghujung Desember 2025.
Meski diketahui bahwa kegiatan revitalisasi fisik sekolah kini di kelola swadaya namun pemantauan dan monitoring serta pengawasan melekat harus tetap berjalan efektif guna menghindari kemungkinan mutu dan kualitas bangunan yang tidak maksimal, guna menghindari pemborosan anggaran atau proyek asal-asalan. Sementara kepala sekolah di harapkan benar-benar maksimal melakukan pengawasan.
Disisi lain, ada kebiasaan oknum tertentu kadang memanfaatkan bantuan untuk meraih imbalan atau fee di balik kegiatan proyek sehingga di harapkan para penerima bantuan tidak perlu melayani jika ada permintaan fee apalagi memberi target, sebab hal ini akan melahirkan masalah baru dan bisa berdampak hukum, sorot salah satu Direktur LSM.
Sementara Kacabdis Wilayah IX Pangkep Drs.Jumain yang di konfirmasi soal kegiatan revitalisasi mengatakan bahwa ada sekira 10 satuan pendidikan di wilayahnya juga mendapatkan bantuan, hanya dia sayangkan ada juga oknum kepala sekolah seolah tidak ingin diketahui soal bantuan tersebut, ujar Jumain terbahak-bahak.
Namun Jumain berharap agar satuan pendidikan yang mendapat bantuan dapat mengerjakan dan menyelesaikan pekerjaan tepat waktu sesuai jadwal serta dengan kualitas yang baik sesuai aturan.
PPTK SMA Disdik Sulsel Arfan Tahir yang dikonfirmasi soal jumlah satuan pendidikan SMA yang mendapatkan bantuan hanya mengarahkan untuk membuka sirup.
“Kalau kegiatan bisa langsung buka secara online di sirup, semua di publikasi di aplikasi sirup secara terbuka,” tulisnya melalui chat.
Arfan Tahir yang juga menjabat Kasubag Program Disdik Sulsel mengatakan kalau revitalisasi sampai hari ini saya belum tahu jumlah anggarannya keseluruhan, belum ada info dan masih proses pendataan, tulisnya lagi.
Sebelumnya beredar informasi bahwa kegiatan revitalisasi pendidikan lingkup Disdik Sulsel di duga ada oknum pejabat tertentu yang menerima fee dengan nilai bervariasi, namun hal tersebut di bantah Kepala SMAN 15 Makassar Laenre, S.Pd, MH.
Menurut Laenre pihaknya tidak melakukan hal itu. seraya mengatakan sekolah yang di pimpinnya juga mendapatkan kegiatan revitalisasi berupa bangunan RKB serta rehabilitasi ruang kelas dengan total anggaran sekira Rp1,1 miliar dan baru dilakukan groundbreaking atau peletakan baru pada senin, 22 September 2025 lalu oleh Kacabdis Wilayah I Asqar.(yun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *