Pangkep, JagadNews.online

Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Dinas Pendidikan Sulsel khususnya di jajaran Cabang Pendidikan Wilayah IX Pangkep kini mengalami kekosongan jabatan yakni, Kepala Tata Usaha dan Kepala Seksi SMA setelah kedua pejabat dimaksud memasuki usia pensiun.
Untuk jabatan Kasi SMA yang pernah di jabat Hatta Masse kini lowong sekira empat bulan lalu, sementara KTU yang pernah di duduki mendiang Muhlis juga lowong setelah almarhum memasuki purnabakti.
Kini dua jabatan eselon IV di Cabdis IX Pangkep saat ini mengalami kekosongan, ujar salah satu ASN di Pangkep.
Menyikapi hal tersebut media JagadNews.online melakukan konfirmasi kepada Kadisdik Sulsel.
Kadisdik Sulsel Iqbal Nadjamuddin menjelaskan bahwa terkait hal pengisian jabatan, maka pejabat yang di tunjuk Kadis, syaratnya kalo eselon III kosong berarti eselon IV yang bisa mengisi atau fungsional, atau bisa eselon IV yang ada merangkap atau staf yang kepegawaiannya bersyarat, tulisnya melalui chatnya Sabtu, 18 Oktober 2025.
“Saat ditanya apa dan bagaimana prosedurnya, Kadisdik mengatakan tidak adaji prosedurnya, sembari menuturkan hanya saya SK-kan saja,” tulisnya lagi.
Tentang siapa yang akan di SK-kan di dua jabatan pada Cabdisdik Pangkep dan kapan realisasinya, hingga berita ini terpublikasi, Kadis tidak memberi tanggapan.

Cabdis Pangkep Harap Segera Ada Pejabat KTU

Sementara Kacabdis Pendidikan Wilayah IX Pangkep Jumain, M.Pd yang dikonfirmasi media ini menegaskan agar segera terisi jabatan kepala tata usaha Cabdis guna meningkatkan pelayanan.
“Kami sudah mengusulkan nama untuk jabatan KTU pengganti mendiang Muhlis sebelum pensiun, ” ujarnya.
Yah, saya usulkan salah satu ASN dari arsiparis yang memenuhi syarat, tanpa menyebut namanya.
Sementara posisi Kasi SMA Cabdis Pangkep yang lebih duluan lowong, Jumain mengaku tidak mengusulkannya karena staf Cabdis tidak ada yang bersyarat.
Bagaimana dengan ASN lainnya yang memenuhi syarat misalnya kepala sekolah, Kacabdis Jumain, menjelaskan pihaknya tidak ingin ada kendala tugas pokok yang bersangkutan.
Kami tidak mau jika tugas pokok di sekolah terbengkalai sebab teman di sekolah rata-rata beban kerja padat, karena itulah saya tidak mengusulkan, tuturnya.
Dengan transisi jabatan maka tugas-tugas kantor banyak dibantu para staf yang ada, tandasnya.(yun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *