Gowa, JagadNews.online
SMAN 13 Gowa melaksanakan rangkaian penilaian akhir semester (PAS) ganjil Tahun Ajaran 2025/2026, Rabu 3 Desember 2025.
Penilaian fokus pada mata pelajaran Seni Budaya pada kompetensi keterampilan peserta didik dalam bidang tari. Kegiatan berlangsung di areal sekolah, dengan pertunjukan terbuka bagi peserta didik kelas XII.
Pelaksanaan PAS Seni Budaya berbasis pertunjukan ini merupakan agenda rutin untuk mengukur capaian pembelajaran siswa secara komprehensif, bukan hanya melalui ujian teori semata, tetapi juga melalui demonstrasi keterampilan di hadapan guru dan warga sekolah. Seluruh kelas XII menampilkan berbagai jenis tarian yang telah di pelajari dan dilatih secara intensif selama satu semester.
Rangkaian penampilan yang disajikan meliputi tari tradisional, tari kreasi, hingga tari modern, yang masing-masing mencerminkan kreativitas, kekompakan dan kedisiplinan siswa dalam mempersiapkan diri.
Setiap kelompok tampil dengan konsep, kostum, dan koreografi yang berbeda, menunjukkan keragaman kemampuan serta bakat seni yang dimiliki oleh peserta didik SMAN 13 Gowa.
Abdul Kadir Jailani, S.Pd, selaku guru mata pelajaran Seni Budaya menilai siswa dengan mengacu pada beberapa aspek penting, antara lain teknik gerak, ketepatan irama, kreativitas dalam pengolahan ruang dan desain tari, kekompakan kelompok, penguasaan mimik dan ekspresi, serta kemampuan menghidupkan suasana panggung.
Kepala SMAN 13 Gowa, Yuliana S.Pd, M.Pd memberikan dukungan moral dan semangat kepada para penampil.
Sepanjang kegiatan, setiap penampil menunjukkan sikap percaya diri, profesionalisme, dan tanggung jawab, baik dalam persiapan maupun saat berada di atas panggung. Kekompakan tim, ketekunan berlatih, serta kreativitas dalam mengekspresikan seni sangat terlihat dalam setiap tarian yang disajikan.
Menurut Yuliana, pembelajaran Seni Budaya tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga pengembangan karakter, kerja sama, serta kemampuan mengekspresikan diri, ujarnya.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, SMAN 13 Gowa berharap bahwa penilaian berbasis penampilan seperti ini dapat mendorong peserta didik untuk mengembangkan potensi diri, menumbuhkan kecintaan terhadap seni dan budaya lokal maupun modern, serta memperkuat identitas budaya di kalangan generasi muda. Kegiatan ini menjadi langkah nyata sekolah dalam mendukung pembelajaran aktif, kreatif, dan bermakna sesuai dengan tuntutan kurikulum dan kebutuhan zaman, tutup Yuliana.(Humas SMAN 13 Gowa)
