Maros, JagadNews.online
Sistem penerimaan siswa baru tahun 2026 lingkup Disdik Sulsel ‘korban sistem’.
Seorang calon murid baru Nayirah Khadifah yang mendaftar di SMAN 1 Maros dan SMAN 3 Maros keduanya gagal lulus.
Awalnya, Syakaria yang juga orang tua Nayirah Khadifah datang ke Disdik Sulsel pada Sabtu 4 Juni 2026 bermaksud mengadu dan ingin menyanggah atas kegagalan putrinya lulus di SMAN 3 Maros.
Saat tiba di Disdik Sulsel Syakaria kecewa karena tidak ada pelayanan.
Hari ini tidak ada pelayanan karena hari Sabtu, kata salah satu petugas sekuriti Disdik.
Mendengar hal itu Syakaria datang untuk menyanggah hasil pengumuman kelulusan SPMB jalur akademik.
Kami sudah coba komplen di sekolah, tapi malah pihak sekolah arahkan kami ke Cabdis 1 Makassar, lalu saya ke Disdik karena Cabdis juga tutup, ujarnya.
Syakaria akhirnya menjelaskan kronologi putrinya yang tidak lulus.
Sambil membuka satu persatu lembaran pengumuman baik di SMAN 1 Maros maupun di SMAN 3 Maros, Syakaria menunjuk skor nilai putrinya 488.83 sementara hasil pengumuman di SMAN 3 Maros sebagai sekolah pilihan kedua terlihat diurutan pertama yang lulus skornya 488.44 hingga puluhan siswa dibawahnya semua dinyatakan lulus dengan skor yang makin mengecil.
Ini tentu aneh bin ajaib, kok anak saya yang skornya 488.83 justru tidak lulus, karena itu kami datang untuk menyanggah, tapi lagi-lagi kami harus menelan pil pahit, tuturnya.
Dia mengaku prihatin atas pelayanan dan kecewa, kan waktu sanggah hanya dua hari tepat sabtu dan minggu tapi semua nihil.
Kami tidak habis pikir skor anak saya 488.83 tidak lulus, sementara yang jauh di bawah skor anak saya lulus.
Dia berharap agar anaknya bisa masuk di SMAN 3 Maros, tentu saja dasarnya dengan nilainya.
Kacabdis 1 yang diwakili Kasi SMK Cabdis 1 Makassar, Maros Hamran yang dihubungi media ini merespon dan akan berupaya menindaklanjuti masalah ini.
Siap, saya sampaikan kepada SMAN 3 Maros untuk di selesaikan dan masih diupayakan jalan keluarnya, tulis Hamran melalui chatnya.
Sementara staf Disdik Sulsel Mulyama Tanjung yang terlibat panitia SPMB mengatakan saya harus bertindak sesuai tugasku dan posisi sebagai staf, daeng, tulisnya melalui chat.
Saya sudah bantu teruskan kepada pengambil kebijakan, intinya saya bukan bagian pengaduan dan bukanka saya kodong pemberi solusi, tulisnya lagi.
Plt Kepala SMAN 3 Maros Didik Muhyari yang dikonfirmasi media ini menjelaskan bahwa, masalah tersebut tidak serta-merta sekolahnya yang kena dampak.
Menurut Didik, skor minimal kelulusan yang akan diterima di SMAN 1 Maros adalah 488.83 sehingga SMAN 3 Maros sebagai pilihan kedua menetapkan skor mulai dari 488.44 hingga batas minimal 482,39 namun dalam proses selanjutnya SMAN 1 Maros melakukan perubahan batas minimal diatas skor kelulusan yang sudah ditetapkan tanpa koordinasi kepada kami di SMAN 3 Maros, hingga batas hati pengumuman tanggal 2 Juli 2026 sehingga ada pihak yang dirugikan calon murid baru dengan skor 488,83 sehingga muncullah orang tua murid tersebut, ujarnya.
Karena itu lanjut Didik, masalah ini tidak bisa hanya ditimpakan SMAN 3 Maros, enaknya.
Sementara Kepala SMAN 1 Maros Takbir yang dikonfirmasi menjelaskan, skor terendah jalur prestasi akademik yang lolos di SMAN 1 Maros 488.92,
Artinya, lanjut Takbir yang bersangkutan memang tidak lolos pilihan pertama, namun berpeluang lulus dipilihan kedua yakni, SMAN 3 Maros, soal teknis kenapa tidak terkafer di sekolah pilihan kedua saya juga kurang paham, tulisnya melalui WA.
Soal adanya dugaan perubahan skor, Takbir menyebut sepengetahuannya tidak pernah berubah hasil perangkingan, tuturnya lagi.
Sekadar informasi bahwa Nayirah Khadifah adalah alumni SMP Islam Terpadu Insan Cendekia Madani, Mandalle Kabupaten Pangkep dan kini berdomisili bersama orang tuanya di salah satu Kompleks Perumahan di Maccopa Kabupaten Maros.(yun)
