Bone, JagadNews.online
Pecahan lantai tegel berserakan di mana-mana, demikian juga plafon ruangan kelas terlihat bolong/rusak dan pemandangan ini terlihat di SMAN 30 Bone, Prov Sulsel, namun siapa yang melakukannya kini masih misteri.
Informasi yang di rangkum JagadNews.online mengungkapkan bahwa, ada kerusakan lantai tegel dan plafon di titik tertentu ruangan SMAN 30 Bone dan hal tersebut diduga dilakukan oknum tertentu sebagai strategi mendapatkan bantuan pemerintah dan jika hal itu benar maka itu sebuah tindakan yang akalan-akalan dan tidak boleh terjadi.
Justru jika ada kerusakan apalagi tergolong ringan pihak sekolah tidak boleh abai dan diam, mestinya ada tanggungjawab moril untuk membenahi misalnya dua atau tiga lembar lantai rusak kan bisa di lepas lalu di lem kembali, demikian juga kalsiboard atau plafon jika ada lepas skrupnya bisa di benahi dan bukannya di “rusak” atau di lepas hingga bolong, papar sumber tersebut.
Menyikapi hal itu Kepala SMAN 30 Bone Aisyah Amin, S.Pd,.M.Pd yang dikonfirmasi media ini Minggu, 12 Oktober 2025 mengatakan, terkait dengan oknum yang diduga merusak sudah kami konfirmasi dan Kacabdis III Bone sudah berkunjung ke sekolah, tulis Aisyah Amin melalui chatnya.
“Bukan sengaja merusak yah dan sudah kami jelaskan kepada Kacabdis,” tuturnya.
Saat ditanya siapa yang diduga melakukan pengrusakan, Aisyah Amin tak merespon.
Dia hanya memberi info bahwa beberapa kelas kondisi lantainya amblas dan itu butuh dokumentasi, demikian juga kalsiboard yang sudah terlepas bautnya dan tidak bisa di pertahankan lagi, namun sekali lagi kami sudah jelaskan saat kunjungan Kacabdis, imbuhnya.
Ditanya, sebelumnya kapan SMAN 30 Bone mendapat bantuan fisik, yang diduga mengabaikan kualitas, Aisyah Amin agak ragu menjawab.
Yah mungkin tahun 2018 atau 2019, kami tidak tahu menahu soal teknis sebab dirinya baru memimpin SMAN 30 Bone pada tahun 2022.
“Jadi kami kurang paham soal teknis, yang pasti kondisi kontur tanah di lahan SMAN 30 Bone memang agak berbukit atau tidak rata,” urainya.
Kepala SMAN 30 Bone ini juga tidak membantah soal foto yang memperlihatkan pecahan lantai tegel yang berserakan serta plafon yang bolong, foto tersebut adalah kelas yang lantainya yang amblas.
Saya perhatikan lantai pada umumnya amblas, menggelembung di tengah dan turun di bagian pinggir seraya mengatakan itu sudah sebahagian menjadi bagian revitalisasi, tuturnya seolah membenarkan.
Dapat Revitalisasi 400 Juta
Selain itu SMAN 30 Bone yang sudah berusia sekira 10 tahun juga mendapatkan kegiatan revitalisasi tahun 2025 ini.
“Benar, kami dapat bantuan kegiatan revitalisasi Rp400 juta yang di alokasikan untuk pembangunan ruang UKS, BK, toilet dan rehab ruang laboratorium komputer yang juga diakui sebelumnya pernah mendapat bantuan laboratorium dan ruang kelas, yah progresnya saat ini sudah di atas 60 persen,’ ungkap Aisyah lagi.
Bahkan wanita berhijab ini menyebutkan bahwa lokasi SMA termuda di Bone ini hanya berjarak sekira 10 kilometer dari jantung kota Watampone.
Mungkin jika berkesempatan bisa berkunjung ke SMAN 30 Bone, lokasinya dari GOR belok kiri atau dari Makassar pada titik Terminal Angkutan Darat serta pasar Palakka belok kanan, ajaknya sembari menunjukan alamat pasti.
Dirusak Demi Keselamatan Siswa
Sementara Plt Kepala Cabdisdik Wilayah III Bone Muhadisa Gasali, S.S yang dikonfirmasi mengungkapkan soal kerusakan di SMAN 30 Bone, kami sudah tinjau di lapangan.
“Yang parah itu lantainya, tanahnya turun, mengakibatkan lantainya pun ikut turun dan kalau di foto tidak kentara, tulis Muhadisa melalui chatnya Minggu, 12 Oktober 2025.
Bahkan Muhadisa meminta media ini untuk bisa melihat langsung kondisi sekolah tersebut sembari mengatakan silakan konfirmasi kepala sekolahnya.
Muhadisa juga menyikapi soal plafon yang diduga di rusak oknum, menurutnya bagian atas dirusakin demi keselamatan siswa.
Yah bagian atas di rusak karena takutnya kena kepala siswa dan untuk lebih jelasnya konfirmasi kepala sekolahnya, tuturnya lagi.(yun)
