Makassar, JagadNews.online

Perdebatan panjang diruang publik soal siswa SMAN 1 Selayar berinisial RA yang mutasi/pindah ke SMKN 3 Selayar kian berlarut.
Dalam sepekan terakhir seolah tak karuan hingga sejumlah pemerhati pendidikan angkat bicara termasuk sejumlah pakar pendidikan namun hasilnya diduga sia-sia.
Ada peribahasa mengatakan, menepuk air di dulang terpercik muka sendiri yang tentu memiliki makna seseorang yang membuat kekeliruan atau kesalahan biasanya akan berdampak pada dirinya.
Salah satu Instruktur Nasional Bidang Pendidikan Mustafa, M.Pd kembali memberikan komentar dan pencerahan terkait masalah yang terjadi di lingkup SMKN 3 Selayar.
Sebagai Pemerhati Pendidikan Vokasi, Mustafa membeberkan bahwa selayaknya sebagai pendidik perlu mempertimbangkan beberapa hal dalam menyikapi hal tersebut.
Pertama; kata Guru SMKN 4 Makassar itu bahwa setiap murid memiliki kapasitas dalam menuntaskan pembelajaran. Struktur pembelajaran di tingkat SMK telah disusun dengan memperhatikan kapasitas setiap murid. Di Kelas X di berikan pembelajaran untuk memberikan pemahaman kompetensi terhadap dasar-dasar kejuruannya (program keahliannya) yang di dukung dengan beberapa mata pelajaran umum dan mata pelajaran kelompok kejuruan.
Hal ini kemudian berkembang di Kelas XI dengan kekhasan konsentrasi keahlian dengan diberikan porsi pembelajaran konsentrasi keahlian yang juga ditopang beberapa mata pelajaran umum dan kelompok kejuruan.
Kedua; melihat kondisi pada poin pertama tersebut, sebagai pendidik tentunya dapat melihat bahwa perlu rentang waktu yang cukup bagi seorang murid untuk menuntaskan capaian pembelajaran dari sejumlah mata pelajaran yang ada pada Kelas X dan Kelas XI. Hal ini akan berdampak beban belajar yang sangat signifikan jika seorang murid hanya diberikan Waktu tertentu.
Ketiga; hasil pembelajaran dari keseluruhan mata pelajaran pada kelas X dan Kelas XI adalah rangkaian dari asesmen formatif dan sumatif yang diselenggarakan oleh masing-masing guru yang mengampu mapel tersebut
Keempat; Implikasi dari rentang waktu pembelajaran tersebut akan menjadi dasar dalam mengelola keputusan dalam melanjutkan proses pembelajaran murid dari Kelas X, ke kelas XI demikian pula ke kelas XII. Pertimbangan dari pembuatan laporan kemajuan belajardalam bentuk rapor mencerminkan pencapaian murid pada semua mata pelajaran dan ekstrakurikuler serta prestasi lain selama kurung Waktu tersebut.
Kelima; Dalam dokumen Panduan Pembelajaran dan Asesmen pada bagian Pengolahan dan Pelaporan Asesmen dituliskan bahwa dalam menentukan kenaikan kelas, satuan pendidikan perlu mempertimbangkan berbagai aspek penting yang mencerminkan pencapaian dan kesiapan murid untuk melanjutkan ke kelas berikutnya. Beberapa hal yang menjadi pertimbangan utama, antara lain;
(1) Pencapaian Kompetensi Murid.
Penentuan kenaikan kelas dapat mempertimbangkan laporan kemajuan belajar yang mencerminkan pencapaian kompetensi murid (kesatuan pengetahuan, keterampilan, dan sikap) pada semua mata pelajaran, kokurikuler, ekstrakurikuler, serta prestasi lainnya.
(2) Kehadiran. Tingkat kehadiran menjadi indikator kedisiplinan dan partisipasi murid dalam pembelajaran. Kehadiran yang konsisten menunjukkan komitmen dan tanggung jawab murid terhadap proses
belajar.Jumlah ketidakhadiran yang menjadi pertimbangan tidak naik kelas dikembalikan pada satuan pendidikan.
Dari lima hal tersebut di atas kata eks Kepala SMKN 8 Makassar ini tentu perlu menjadi pertimbangan yang sangat mendalam sehubungan dengan murid yang beralih dari SMA ke SMK. Semua ini agar keputusan yang diambil lebih adil, objektifndan mendukung semangat belajar murid secara utuh.
Sementara Kacabdis Pendidikan VI Selayar Usman yang dikonfirmasi mengatakan pihaknya sudah berusaha semaksimal mungkin dan terus mengarahkan tetapi pihak SMKN 3 Selayar tetap ngotot dan tidak mengikuti aturan yang ada, dan kami tidak setuju atas keputusan yang dia sepakati bersama orang tua siswa, tegasnya.
Kepala SMKN 3 Selayar Muhammad Nur yang dikonfirnasi melalui chatnya mengatakan iya, maksudnya siswa RA sementara mengikuti matrikulasi dan sampai sekarang masih di SMKN 3 Selayar sampai ada kemauan sendiri pindah ke SMA mana, baru di fasilitasi, tulis Muhammad Nur melalui chatnya Rabu 5 November 2025.
Saat di tanya apakah Kacabdis VI setuju atas siswa RA tetap mengikuti pendidikan di SMKN 3 Selayar, Muhammad Nur enggan menjawab, lalu dia mengatakan tanya langsung ke Pak Kacabdis, tulisnya lagi.(yun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *