Oleh : Abdul Hafid Paronda
Letaknya di pesisir tenggara daerah Kabupaten Sinjai. Bagian dari Kecamatan Sinjai Timur – yang berpusat di Mangarabombang, namanya Baringeng. terletak di antara Babana dan Panaikang.
Di era 80an (1980-1982), saya biasa menghabiskan akhir pekan di sini. Sekaligus menyambangi Kakak kandung tertua saya, yang saat itu sedang mengabdi sebagai PNS. Guru Bahasa Indonesia di SMPN Panaikang yang dipimpin Bapak Halwing (tinggal di bilangan Jalan Sultan Hasanuddin, Balangnipa – Sinjai).
Setiap perjalanan ke Baringeng, bagai melakukan wisata alam eksotik. Sawah luas, padi hijau, dan bentangan pelataran yang terbuka. Di pelupuk mata tersambung wajah gunung di sebelah barat dan bentangan pesisir pantai di bagian timur.
Udara begitu segar, karena kapasitas oksigen yang over produksi dan tidak adanya pencemaran lingkungan. Dipastikan, semua karbon dioksida yang keluar ke ruang bebas hampir 100% diolah oleh pepohonan hijau menjadi karbohidrat (amilum) dan oksigen. Yah, sudah tentu melalui fotosintesis – yang menyatukan mineral terlarut dalam air, yang kemudian merambat naik ke chloroplast – klorofil melalui pembuluh kayu – xylem secara osmosis (teringat Bu Madiang -Guru Biologi SMAN 277 Sinjai yang berdomisili di Pude – Desa Tarasu, Kajuara).
Secara etimologi, Baringeng berarti “Anak (Tangga)” , tepatnya “Baringeng Addeneng”. Hingga menyelesaikan pendidikan SMA di Sinjai, saya belum sempat mencari tahu, kenapa daerah itu dinamai “Baringeng”. Namun, kalau saya cermati beberapa sosok terpelajar dari sana, sepertinya mereka berhasil meraih ilmu pengetahuan bagai menapaki anak tangga. Itu adalah salah satu wujud terkabulnya doa orangtua mereka.
Kakanda Dr. Ali Yahya (Allahu Yarham) – alumni 1981, mantan Direktur Politani Mandalle. Teman kelas Kanda Prof. Nursidi, Kanda Saidah Suyuti, dan Kanda Zilfaus.
Ada lagi Kanda Dr. Ir. Jumain Appe, M.Sc. Mantan Sekretaris Utama BPPT 2 periode dan Dirjen Penguatan Inovasi Kemenristek Dikti 2014-2019. Alumni SMAN 277 Sinjai 1979, teman angkatan Kanda Prof. A. Niartiningsih – mantan Direktur LLDikti IX. Juga seangkatan Kanda Ir. Rohani Yukkas – Kabag IT UNM (?) – asal Salomekko. Kanda Jumain, Rohani, saya, dan Zakaria Djamruddin, sama-sama alumni Teknik Elektro UNHAS.
Selintas bisa dipahami bahwa Baringeng, Sinjai Timur, dan tentu Sinjai secara umum, memiliki kekayaan sumberdaya yang melimpah, baik SDA (natural resources), maupun SDM (human resources).
Saya sangat yakin bahwa hal tersebut pun bertahan secara faktual dan kontekstual hingga hari ini.
Kini menjadi PR kita bersama, bagaimana mendukung Pemda agar kian mumpuni menjalankan tata kelola pembangunan untuk mencapai dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
HIMMAS bisa mengambil peran sebagai Liaison Officer (LO), main supporter, menopang tataran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) – yang memegang kewenangan selaku Person In Charge (PIC) dalam mengawal pembangunan sektoral.
Semoga, namamuarei.
salamaqki mabbarakkaq.(*)
Penulis : Putra Sinjai, tinggal di Bekasi
