Makassar, JagadNews.online
Kisruh dan hangat soal isu kepala sekolah SMA, SMK se Sulsel diminta mundur.
Akibatnya, kerisauan dan kegalauan menerpa para kepala sekolah khususnya yang gegabah merespon untuk mundur.
Salah satu mantan pejabat Disdik Sulsel H.Syarkawi Ramly kaget mendengar terkait informasi sejumlah kepala sekolah diminta mundur, ini tidak logis dan imposible, tegasnya.
Pensiunan pejabat Disdik Sulsel yang di kenal vokal dan sangat peduli pendidikan itu mengungkapkan bahwa seorang kepala sekolah yang diangkat Gubernur tidak boleh serta-merta mundur tanpa alasan yang benar, jika Gubernur yang mengangkat maka secara otomatis yang bersangkutan juga yang memberhentikan dan tentu ada sebab dan mekanismenya.

Mantan Kacabdis Wilayah IX Pangkep ini lebih lanjut mengatakan, kami prihatin dan aneh bin ajaib jika kepala sekolah diminta mundur, justru terbalik mestinya kepala sekolah dimundurkan oleh pejabat yang berkompeten, jelasnya kepada media ini saat dihubungi di Warkop 77 Makassar, Kamis 4 Juni 2026.
Syarkawi juga menyayangkan jika benar permintaan mundur kepala sekolah hanya melalui info yang tidak berkekuatan hukum, itu sangat fatal, jelasnya.
Mestinya, jika ada info harus di cek kebenarannya dengan logika yang sehat dan tidak spontanitas melakukan tindakan yang merugikan diri-sendiri termasuk organisasi.
Saya menyesalkan tindakan gegabah dan terburu-buru teman kepala sekolah yang langsung mengisi format pengunduran diri sebab itu sangat beresiko.
Bahkan Syarkawi juga menyebut istilah loyal. Menurutnya, loyal kepada pimpinan itu dalam hal positif, tentu tujuannya yang baik dan bermanfaat bukan sebaliknya merugikan dan membuat orang jadi menderita, jadi konsep loyal itu yang positif, jelasnya.
Sekedar diketahui bahwa, info kepala sekolah diminta mundur yang berjumlah hingga puluhan bahkan bisa hingga ratusan khususnya yang diduga terkait chasback buku dalam pekan ini menjadi gaduh dan menjadi perbincangan hangat khususnya di lingkup pendidikan.
Salah satu kepala SMAN Sinjai saat di konfirmasi mengaku pasrah atas info untuk mengundurkan diri.
“Yah, saya akhirnya membuat surat pengunduran diri bersama beberapa teman lainnya, kayaknya kalau tidak salah hampir sepuluh orang,” tuturnya memelas.
Saya sendiri kaget karena ini seolah perintah disuruh mundur, tanpa pikir panjang dan penuh kepanikan saya merespon saja, katanya.
Salah satu Kacabdis yang dikonfirmasi menjelaskan pihaknya tidak tahu-menahu soal itu.
Kabar bahwa ada info pengunduran diri kepala sekolah kami tidak mengetahui, mungkin saja ada di kalangan kepala sekolah tapi sejauh ini tidak ada informasi yang kami terima, ujarnya.
Menyikapi hal itu Kadis Pendidikan Sulsel Iqbal Nadjamuddin yang dikonfirmasi melalui chat pada Kamis 4 Juni 2026 terkait instruksi siapa, soal pengunduran diri kepala sekolah hingga berita ini ditayangkan tidak ada respon.(yun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *