Makassar, Jagadnews.online
Ada reaksi dan aksi dalam proses mutasi dan pelantikan kepala SMA, SMK dan SLB se Sulsel.
Diketahui bahwa Rabu 23 Agustus 2023 sebanyak 60 Kepala SMA dan SMK se Sulsel kena mutasi dan pelantikan yang dilaksanakan Pemprov Sulsel di ruang Pola kantor Gubernur Sulsel.
Mutasi kepala sekolah tersebut terbilang besar dari pergeseran, promosi namun dari mutasi tersebut yang dominan adalah pergeseran dan hal itu terjadi hampir di sejumlah kabupaten/kota di Sulsel yakni, Makassar, Takalar, Jeneponto, Bulukumba, Sinjai, Selayar, Bone, Pangkep, Lutim, Lutra, Palopo, Luwu Pinrang, Pare-Pare dan Barru.
Akibat mutasi tersebut sejumlah kepala sekolah memberi komentar yang beragam.
Terbaru, pagi ini aksi demo dilakukan ratusan siswa siswi SMAN 19 Makassar, mereka datang ke kantor Disdik Sulsel melakukan aksi penolakan terhadap kepala sekolah yang baru.
Ratusan siswa yang mengenakan baju pramuka memenuhi areal parkir dan diterima Kasubag Umum dan Kepegawaian Disdik Muhammad Hazairin.
Kasubag Umum Hazairin pada kesempatan tersebut menyampaikan agar para anak-anaku tidak melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. Hanya sekitar 10 menit aksi anak akhirnya bubar dan meninggalkan areal Disdik Sulsel.
Sementara di SMAN 1 Luwu Utara juga terjadi hal serupa, siswa juga menuntut agar kepala sekolah yang lama tetap dipertahankan.
Dari spanduk tertulis bahwa, SMANSA Luwu Utara sedang tidak baik-baik saja, kami tetap pertahankan kepala sekolah lama.
Sementara Kacabdis XII Lutra, Lutim Ismail, M. Ed yang dikonfirmasi membenarkan hal itu.
Sementara di Kabupaten Pangkep lain lagi Kepala SMAN 11 Pangkep Abd Azis mengatakan meskipun dirinya kaget saat mendapat mutasi tapi dirinya tetap semangatĀ  akan melaksanakan tugas baru di SMAN 19 Pangkep sebuah sekolah yang berada di daerah pegunungan.
Yah, saya dilempar ke gunung dan saya mengaku kaget.
Azis yang juga Ketua MKKS SMA PangkepĀ  tiba-tiba mengoreksi apa kesalahannya atau
mungkin inilah kenyataan dan realita, ujarnya melalui Whatshapnya.
Bahkan sebelumnya ada info jika ada kepala sekolah yang bertugas di pulau yang diduga jarang melaksanakan tugas justru mendapat jabatan kepala sekolah di daratan.
Sementara Kacabdis IX Pangkep Drs. Jumain yang dikonfirmasi media mengatakan bahwa, mutasi itu hal yang biasa dan itu berdasarkan petunjuk pimpinan.
Jadi soal mutasi saya kira hanyalah dinamika dan penyegaran dalam sebuah organisasi. Jumain juga menjelaskan bahwa, beberapa sekolah lain kan kena mutasi dan saya rasa tidak ada masalah karena tidak nonjob, jelasnya.(yun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *