Maros, JagadNews.online
SMAN 10 Maros menggelar sosialisasi pengelolaan sampah agar limbah sampah bisa bernilai ekonomis.
Kegiatan tersebut berlangsung di ruang guru SMAN 10 Maros dan diikuti siswa dan guru.
Wakasek Kesiswaan Syamsiah, S.Pd selaku penanggung jawab mengatakan volume sampah harian perlu ditangani serius karena itu kami melakukan sosialisasi pengelolaan sampah untuk mengubah keresahan menjadi gerakan penanganan sampah sebagai sarana edukasi agar tercipta lingkungan sekolah yang bersih dan sehat. Kepala SMAN 10 Maros, Dr. Hj. Rosdiana, S.Pd., M.Si mengatakan ini sebuah langkah inovatif sistem pengelolaan sampah, baik dalam bentuk pemilahan sampah organik maupun anorganik secara teratur untuk diolah menjadi sesuatu yang memiliki nilai ekonomis.
Rosdiana lebih lanjut menjelaskan bahwa sampah yang kotor, jorok, dan berbau jika di olah dengan baik akan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekolah.
Sebaliknya, jika dibiarkan begitu saja tanpa adanya kesadaran diri dan kepedulian terhadap lingkungan, maka sampah akan merusak pemandangan, ujarnya.
Menangani sampah memerlukan tekad dan kemauan, kesadaran, keterampilan, dan langkah kongkret seperti mengurangi penggunaan gelas atau botol plastik kemasan diganti dengan tumbler, dan bahkan sampah yang berjenis organik pun bisa diolah menjadi sesuatu yang berguna.
Ditambahkan Wakasek Syamsiah, S.Pd dalam materinya dia berbagi praktik baik. “Dalam memilah dan mengolah sampah, pihak sekolah telah berupaya agar warga sekolah turut membangun kesadaran dan partisipasi bijak agar tidak membuang sampah sembarangan.
“Sampah organik seperti sisa makanan, jika diolah dengan baik dapat dimanfaatkan sebagai kompos untuk menyuburkan tanah dan sampah anorganik seperti plastik dapat didaur ulang menjadi produk baru seperti paving blok, dan itu sudah terbukti sebagai aksi nyata yang bisa dilakukan,” tambahnya.
Hanya saja, diperlukan kesadaran bersama untuk melakukan pengelolaan dan penanganan sampah agar dapat dimanfaatkan menjadi produk seperti media tanam organik maupun menjadi taman edukasi,”.
Untuk mewujudkan hal itu, diperlukan langkah strategis berbentuk partisipasi seluruh warga sekolah.
Selain itu juga melindungi dan melestarikan alam serta mengurangi dampak ekosistem lingkungan dengan sarana yang memadai.(Anwar)
