Soppeng, JagadNews.online

Pemerintah pusat terus konsen dalam upaya peningkatan mutu pendidikan dengan mewujudkan kegiatan pisik guna menunjang proses pembelajaran.
Dari sekian banyak sekolah yang mendapat bantuan, SMAN 8 Soppeng juga termasuk sekolah penerima bantuan dari Program Revitalisasi dari pemerintah pusat. Program ini bertujuan meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan agar mampu menjawab tantangan di tengah minimnya sarana pendidikan saat ini serta mendukung terciptanya lingkungan belajar yang lancar, aman, sehat, dan kondusif.
Sekadar diketahui bahwa SMAN 8 Soppeng menerima bantuan revitalisasi sebanyak empat paket yakni, pembangunan satu unit gedung laboratorium komputer, pembangunan satu unit usaha kesehatan sekolah (UKS) bangunan satu unit toilet wanita dan rehabilitasi gedung laboratorium IPA.
Pekerjaan konstruksi tersebut di mulai sejak 8 Agustus 2025 dan pelaksanaannya selama 120 hari kalender.
Seluruh proses pembangunan dilaksanakan pihak pelaksana yang telah memenuhi persyaratan teknis dan administratif sesuai ketentuan yang berlaku.
Dalam pelaksanaan proyek ini, prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi prioritas utama. Setiap tenaga kerja diwajibkan menggunakan alat pelindung diri (APD) seperti helm, rompi keselamatan dan sepatu pelindung selama berada di lokasi.
Area kerja juga di lengkapi baliho sebagai rambu-rambu keselamatan kerja dan pengawasan rutin untuk mencegah potensi kecelakaan kerja.
Ketua Panitia Pembangunan, Alimin, S.Pd , M.Si. mengatakan bahwa setiap hari terus melakukan pemantauan.
Kalau ada pekerja yang tidak pakai APD, langsung kami tegur dan memastikan tidak ada pelanggaran terhadap protokol keselamatan dan kesehatan kerja.
Kami tidak hanya mengejar target waktu, tapi juga menjaga agar tidak terjadi kecelakaan kerja.
Alhamdulillah, hingga saat ini pembangunan berjalan lancar dan aman, tutur Alimin pada Jumat 22 Agustus 2025 lalu.
Sementara Kepala SMAN 8 Soppeng Lukman, S.Pd., M.Pd, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah dalam upaya peningkatan fasilitas pendidikan.
Revitalisasi merupakan langkah strategis untuk menciptakan lingkungan belajar yang baik, sekaligus mendukung pengembangan potensi peserta didik secara optimal, ujar Lukman.
Kami juga memastikan bahwa seluruh proses pembangunan berjalan sesuai standar, terutama dalam hal keselamatan kerja, sebab ini bukan hanya soal bangunan, tapi juga soal tanggung jawab terhadap para pekerja, ungkap Kepala SMAN 8 Soppeng mengingatkan.
Dengan target penyelesaian pada bulan Desember 2025, di harapkan seluruh fasilitas dapat segera dimanfaatkan oleh warga sekolah.
Revitalisasi ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dan sekolah dalam menciptakan generasi muda yang unggul, sehat dan siap bersaing di era global tanpa mengabaikan keselamatan kerja pada saat pembangunan, tutup Lukman. (Amin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *