Makassar, JagadNews.online
Memasuki tahun ajaran baru 2026 para orang tua siswa antusias dan sibuk mengurus putra-putri mereka dalam melanjutkan pendidikan.
Khusus di Kota Makassar, para calon siswa baru yang mendaftar di tingkat SMA dan SMK, banyak yang mengalami kendala baik akun maupun keterangan tempat tinggal yang belum cukup satu tahun.
Saya nyaris stres karena kartu keluarga (KK) belum cukup satu tahun, namun bersyukur masih ada KK yang lama sehingga bisa lolos mendaftar dalam sistem komputer, ujarnya.
Tetapi cobaan datang yang kedua kalinya saat anak saya tidak lulus di jalur zonasi, padahal skornya 9.444 atau sekitar 600 meter dari jarak SMAN 5 Makassar.
Akibatnya, sejumlah orang tua pusing memikirkan masa depan anaknya.
Salah satu orang tua siswa yang berkunjung ke Kantor Disdik Sulsel, tampak loyo dan kurang semangat bertanya bahwa dimana SMAN 25 Makassar.
Saya tinggal di sekitar Unhas dan anak saya tidak lulus di SMAN 23 Makassar, makanya kami datang di Disdik karena saya dengar ada SMA di Disdik Sulsel, tanyanya.
Kami bingung mencari SMAN 25 Makassar karena tidak ada papan informasinya dan baru tahu setelah mendengar informasi dari masyarakat.
Saya coba saja daftar, siapa tahu bisa mujur apalagi tempat tinggal saya dekat dari Disdik, katanya kepada media ini Kamis, 25 Juni 2026.
Seandainya, saya tahu lebih awal ada SMAN 25 di Disdik, pasti kami daftar melalui jalur zonasi, tapi sayangnya baru kami dapat informasi.
Sekadar diketahui bahwa, persoalan sistem penerimaan siswa baru (SPMB) selalu menjadi masalah yang rumit khususnya di kota Makassar sebagai episentrum.
Populasi penduduk kota Makassar dari tahun ke tahun terus bertambah, termasuk angka anak didik baik yang tamat di SD maupun yang lulus pada tingkat SMP.
Jumlah gedung sekolah di Makassar khususnya jenjang SMA dan SMK memang berbanding terbalik dengan jumlah murid yang lulus pada jenjang SMP, sehingga tidak heran jika setiap tahun masalah SPMB selalu terulang dari tahun ke tahun.
Sementara SMAN 25 Makassar hingga saat ini masih menumpang di kantor Disdik Sulsel dan sudah masuk dua tahun menerima murid baru dan sejauh ini belum ada pembangunan gedung sekolah sehingga jangan heran jika orang tua tidak tahu-menahu.(yun)
