Makassar, JagadNews.online
Sebanyak tujuh belas Kepala Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) seluruh Indonesia resmi dilantik secara perdana di Jakarta pada Kamis, 6 Agustus 2026 kemarin.
Para kepala sekolah tersebut akan memimpin satuan pendidikan yang disiapkan pemerintah sebagai sekolah bagi peserta didik dengan potensi akademik maupun nonakademik di atas rata-rata.
Pelantikan dipimpin Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prof Dr Abdul Mu’ti di Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta.
Ketujuh belas kepala sekolah itu akan bertugas di Subulussalam, Banyumas, Otorita Ibu Kota Nusantara, Minahasa Utara, Tidore Kepulauan, Bone Bolango, Bogor, Cianjur, Gowa, Kupang, Tarakan, Donggala, Bolaang Mongondow, Jepara, Buton Tengah, Tebo, dan Tanjung Jabung Timur.
Abdul Mu’ti mengatakan, pelantikan tersebut menandai dimulainya penyelenggaraan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) sebagai model pendidikan yang dirancang untuk melayani peserta didik berbakat.
Menurut Mu’ti sekolah ini diharapkan menjadi rujukan peningkatan mutu pendidikan di Indonesia.
“Pelantikan ini menjadi tonggak penting dalam sejarah pendidikan di Indonesia. Saudara-saudara adalah kepala sekolah pertama Sekolah Nasional Terintegrasi yang akan menjadi pelopor dalam menghadirkan layanan pendidikan terbaik bagi generasi unggul Indonesia,” kata Mu’ti yang juga Sekum Muhammadiyah itu.
Mu’ti menepis anggapan bahwa Sekolah Nasional Terintegrasi dibentuk untuk menciptakan eksklusivitas dalam pendidikan.
Menurutnya, sekolah tersebut bertujuan menyediakan layanan pembelajaran yang disesuaikan dengan kemampuan peserta didik sekaligus menjadi sekolah rujukan yang dapat mengembangkan praktik-praktik terbaik dalam penyelenggaraan pendidikan.
Ia meminta para kepala sekolah yang baru dilantik membangun sekolah dengan mengedepankan dedikasi, kreativitas, dan kolaborasi.
“Sekolah Nasional Terintegrasi benar-benar menjadi ruang tumbuh bagi generasi terbaik bangsa,” ujarnya.
Pelantikan 17 kepala sekolah ini merupakan tahap awal pembangunan ekosistem Sekolah Nasional Terintegrasi.
Para kepala sekolah tersebut merupakan hasil seleksi nasional yang diselenggarakan Direktorat Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan bersama unit terkait di lingkungan Kementerian, tambah Mu’ti.
Sementara Kepala Sekolah Nasional Terintegrasi 9 Gowa M.Sahrul, S.Pd, M.Pd yang dikonfirmasi media ini mengaku sangat bahagia karena bisa berada di jajaran 17 orang seluruh Indonesia yang dilantik langsung Menteri Pendidikan.
“Yah tentu kami sangat bahagia dan bersyukur dan juga menyadari bahwa ini amanah dan tanggung jawab yang tidak mudah, tapi Insya Allah saya optimistis dengan dukungan stakeholder ke depannya akan berjalan sesuai agenda pendidikan, tulis Sahrul melalui pesan singkat kepada media ini.
Lanjut Sahrul mengatakan bahwa SNT ini sesuai arahan dan visi Presiden Prabowo sebagai pusat keunggulan dan katalisator pendidikan di daerah, strateginya adalah menumbuhkan budaya positif sekolah.
Pendidikan yang berkualitas itu bukan saja lengkap secara fasilitas tetapi ekosistem dan budaya positif yang bertumbuh di dalamnya kami tentu mengedepankan pengembangan character, growth mindset dan deep learning approach. tulisnya lagi.
Mantan Kepala SMAN 20 Gowa ini juga mengungkapan bahwa nasyarakat Sulsel butuh sekolah rujukan yang mengakomodir seluruh potensi murid, baik secara akademik dan non akademik karena itulah SNT lahir untuk memenuhi kebutuhan tersebut sesuai arahan Presiden melalui Kementerian Pendidikan, katanya.
Bahwa pendidikan itu memuliakan, fokus pada grounded learning dan Engaging learning process.
Saat ditanya apa saja keunggulannya, Sahrul mengatakan SNT akan memiliki fasilitas olahraga lengkap untuk pembinaan bakat dan minat murid, national standard learning facilities, bahkan bertaraf internasional digital library atau standar pelayanan pendidikan bertaraf Internasional serta perpustakaan digital.
Pembelajarannya menggunakan STEAMS Terintegrasi bersandar global berakar lokal, tutur putra Bulukumba itu menambahkan.
Pembelajaran berbasis aktivitas proyek dan masalah nyata dan science technology engineering art mathematics and sports atau
Steams.
Sahrul yang mengaku masih berada di Jakarta dalam proses pembekalan di akan memulai kegiatan MPLS di SNT 9 Gowa pada 10 Agustus 2026 mendatang.
Harapannya yah kita mulai satu persatu, ini kami mulai dari nol tentu butuh proses kami mohon doa dan dukungan semua pihak untuk menata pendidikan yg bermutu buat semua, tandas Sahrul.(yun)
