Makassar, JagadNews.online

Catatan penuh noktah hitam dan menyedihkan berdampak pada kekecewaan besar yang dialami ratusan guru SMA, SMK dan SLB lingkup Dinas Pendidikan Sulsel yang ikut seleksi bakal calon kepala sekolah (BCKS( pada sekira September 2025 lalu dan berakhir dengan mimpi buruk dan kini seleksi BCKS kembali di lakukan, kan aneh.
Usaha, ikhtiar dan bahkan doa telah dipanjatkan para guru tapi impian diangkat kepala sekolah hanyalah pepesan kosong.
Menyikapi hal itu mantan Koordinator Pengawas Disdik Sulsel Dr.H.Muliono Caco, M.Pd mengatakan bahwa, seleksi BCKS yang telah dilakukan dianggap menodai nilai-nilai kejujuran dan transparansi.
Menurut eks Ketua Asosiasi Pengawas Seluruh Indonesia Prov Sulsel itu kejadian ini sangat memukul perasaan teman guru yang sudah berharap diusulkan jadi kepala sekolah defenitif tapi akhirnya gagal total, khususnya bagi yang telah melewati batas usia, ujarnya.
“Seleksi BCKS tidak direncanakan secara matang maka sudah pasti pelaksanaannya carut-marut dan disinilah perlunya implementasi fungsi-fungsi manajemen secara terencana, terprogram dan terukur,” sebut Muliono yang juga Wakil Sekum 1 PGRI Sulsel itu.
Dia mengatakan bagi rekan guru yang telah mengikuti seleksi BCKS sebelumnya dan tidak ada hasil dan bahkan kehilangan kesempatan yang kedua akan berdampak pada beban psikologis, tegasnya lagi.
Dijelaskan juga bahwa ada istilah DIDU (didik dulu baru duduk) dan DUDI atau duduk dulu baru didik, tergantung seleranya Disdik yang mana dia mau pakai, tambahnya.
Yang pasti, pembatalan BCKS salah satu bentuk carut-marutnya sistem pengelolaan pendidikan dan hal seperti itu tidak boleh terulang menjadi kasusistis, tandas pria berdarah Wajo ini.
Pengurus Badan Musyawarah Perguruan Swasta Sulsel ini mengaku prihatin dan iba melihat rekan guru dengan tekad yang membaja mengikuti rangkaian seleksi BCKS tahun lalu tetapi mereka harus kecewa karena hingga nyaris satu tahun hasilnya nihil, tambah purnabakti ASN Disdik Sulsel itu.
Sekadar diketahui bahwa, berdasarkan surat yang beredar Disdik Sulsel yang ditandatangani Kadisdik Sulsel Iqbal Nadjamuddin bernomor : 005/6590/Disdik perihal undangan seleksi BCKS 2026.
Dalam surat tersebut diperuntukan BCKS yang telah memenuhi syarat pada jenjang SMA, SMK dan SLB Disdik Sulsel ikut seleksi BCKS melalui Aplikasi Ruang GTK secara online jadwal Jumat hingga Senin, tanggal 24 – 27 Juli 2026.
Dalam surat tersebut tertulis syarat mengikuti seleksi BCKS terdapat lima point yakni,
*Melampirkan SKP dengan predikat baik selama dua tahun terakhir.
*SK pengalaman manajerial yang diterbitkan selama dua tahun dan khusus PPPK juga melampirkan pengalaman kerja sebagai guru selama delapan tahun.
*Surat keterangan bebas hukuman disiplin yang ditandatangani atasan langsung selama dua tahun terakhir.
*Surat keterangan catatan kepolisian (SKCK) yang masih berlaku atau paling lama enam bulan sejak masa penerbitan dan
*Pakta integritas bersedia ditempatkan di wilayah yang menjadi kewenangan Pemerintah Daerah.
Kadis Pendidikan Sulsel Iqbal Nadjamuddin yang dikonfirmasi media ini senin 27 Juli 2026 seputar di ulangnya seleksi BCKS serta dampak kerugian bagi guru yang terkendala usia, sedikitpun tak menjawab.
Meski chat yang dilayangkan media ini tercentang biru namun lagi-lagi bungkam dan tidak merespon.
Sementara informasi yang dirangkum media ini bahwa berdasarkan sistem maka usia 55 tahun bisa ikut seleksi dan itu terhitung saat seleksi tengah berlangsung.
Yang diundang oleh sistem peserta yang lalu tentu bisa ikut dan jika memenuhi syarat administrasi tentu lolos administrasi.(yun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *