Jeneponto, JagadNews.online

Ada semangat literasi di padu prestasi dalam suasana peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia di SMKN 10 Jeneponto, 17 Agustus 2025 kemarin.
Upacara HUT RI ke 80 tahun ini dirangkaikan penyerahan piala juara Kompresi Cup 2 (Kompetisi Reguler Literasi) yang menjadi program unggulan sekolah dalam meningkatkan budaya literasi.
Kepala SMKN 10 Jeneponto, Yocang Mallombasi, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa perjuangan bangsa saat ini bukan lagi di medan tempur, melainkan di medan ilmu pengetahuan.
“Lebih dari delapan puluh tahun lalu, para pejuang mengangkat bambu runcing berhadapan penjajahan dengan persenjataan moden maka hari ini, kita mengangkat pena, buku, dan gagasan sebagai senjata, ujar Yocang.
Literasi lanjut Yocang adalah titian menuju masa depan yang gemilang,” ucapnya di hadapan guru dan siswa.
Dia juga berbagi kisah nyata bagaimana seorang siswa yang semula pemalu dan takut berbicara di depan umum berubah menjadi percaya diri setelah mengikuti lomba pidato dan debat.
“Inilah wujud literasi mengubah anak yang pendiam menjadi pemimpin masa depan,” tambahnya.
Selain itu, Yocang lebih jauh juga menyinggung capaian pembangunan di Sulawesi Selatan sesuai dengan tema nasional “Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju.”
Beberapa capaian itu antara lain penurunan stunting, pembangunan infrastruktur Rp 2,5 triliun, ketahanan pangan yang surplus, pertumbuhan ekonomi 5,78%, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia menjadi 75,18, serta pengangkatan 6.624 PPPK.
“Capaian ini menunjukkan bahwa pembangunan SDM adalah kunci. Di sekolah kita, semangat itu diwujudkan lewat Kompresi Cup 2,” ujarnya.
Khusus di internal sekolah terdapat 10 cabang lomba literasi
Kompresi Cup 2 tahun ini menghadirkan 10 cabang lomba literasi, yaitu: Presentasi, Pidato, Debat, Bercerita, Cerdas-cermat, Baca puisi, Cipta puisi, Video presentasi, Teka-teki silang, dan Kuis Rangking 1.
Seluruh cabang lomba di rancang untuk melatih indikator literasi siswa: membaca, memirsa, menulis, berbicara, mempresentasikan, dan menyimak.
Selain itu, kompetisi ini juga mengasah empat dimensi profil lulusan pembelajaran mendalam yang relevan: penalaran kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi.
Sementara Wakasek Kesiswaan sekaligus Ketua Panitia Kompresi Cup 2, Rostinah, S.Pd., mengapresiasi kepada seluruh peserta dan panitia.
“Kegiatan ini bukan hanya sekadar lomba, tapi wadah pembentukan karakter siswa. Saya melihat sendiri bagaimana anak-anak tumbuh berani, kreatif, dan saling mendukung. Semoga semangat literasi ini terus berlanjut di luar kompetisi,” ungkapnya.
Kepala sekolah juga menyampaikan apresiasi kepada guru pembimbing, panitia, dan juri yang telah menyukseskan kegiatan ini.
Ia menegaskan bahwa piala bukanlah tujuan utama, melainkan proses belajar dan keberanian siswa untuk tampil.
“Kalian semua adalah juara. Juara sejati adalah yang berani tampil, belajar dan berkompetisi. Piala hanyalah bonus, tetapi proses literasi adalah kemenangan sesungguhnya,” tuturnya.
Ketua OSIS SMKN 10 Jeneponto, Azizah Nurul Azahra, juga memberikan pesan dan kesannya.
“Kami sebagai siswa sangat bangga bisa ikut berpartisipasi dalam Kompresi Cup 2.
Lomba ini membuat kami belajar banyak hal berani tampil, percaya diri, dan bekerja sama. Harapan saya, kegiatan seperti ini terus berlanjut agar semakin banyak teman-teman yang bisa berkembang lewat literasi,” ungkap Azizah.
Acara ditutup dengan prosesi penyerahan piala Kompresi Cup 2 kepada para juara. Suasana penuh semangat literasi tampak dari raut wajah siswa-siswi SMKN 10 Jeneponto.
Diakhir sambutan Kepala Sekolah berpesan, mari kita isi kemerdekaan ini dengan semangat literasi, tekad untuk terus belajar, dan komitmen menjaga persatuan. Dirgahayu Republik Indonesia ke-80, semoga bangsa kita semakin maju, berdaulat, dan sejahtera.(Humas SMKN 10 Jeneponto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *