Enrekang, JagadNews.online

Tak ada kata letih untuk masa depan anak bangsa sebab pendidikan diatas segalanya.
Hal tersebut diungkapkan Kepala SMAN 12 Enrekang Suardam Djamadi, S.Pd, MM saat di wawancarai JagadNews.online melalui panggilan telepon Kamis, 2 Oktober 2025.
Suardam mengatakan dalam pengabdian, dirinya memang tertantang dengan medan, sebab sekolah yang di pimpinnya harus ditembus dengan jalan berliku serta hamparan lembah dengan cuaca dingin, namun semangat tak pernah pudar.
“Yah, jika berangkat bertugas kadang mengendarai mobil tetapi lebih sering memacu kendaraan roda dua (motor) agar lebih cepat dan efisien waktu dan hal itu kami lakukan demi kelancaran,” ujarnya.
Suardam yang masuk struktur pengurus MKKS SMA selaku bendahara ini juga mengungkapkan bahwa, kendati diakui sekolah yang masuk dalam kecamatan Enrekang tepatnya di Desa Buttu Batu, namun lokasinya agak jauh dari ibukota Kabupaten yakni, usai melewati kota Enrekang harus berbelok arah ke kiri untuk mencapai sekolah yang siswanya berjumlah sekira 200 siswa-siswi.

Dapat Anggaran Revitalisasi

Selain itu, SMAN 12 Enrekang menerima kegiatan revitalisasi sama SMA lainnya di Kabupaten Enrekang.
Saat ditanya bantuan fisik Kemendikdasmen Republik Indonesia Suardam mengakui.
“Benar, kami juga mendapat bantuan tersebut dengan anggaran sekira Rp600 juta untuk perbaikan toilet dan sarana lainnya,” tuturnya balik telepon.
Kegiatan kami kerjakan sejak 17 September 2025 usai groundbreaking/peletakan baru pertama dan berharap agar kegiatan bisa berjalan lancar dan tepat waktu, ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, lanjutnya tentu ada pengawas baik internal maupun eksternal yang senantiasa tetap aktif.
Pihaknya juga optimis untuk menyelesaikan kegiatan fisik pada akhir November 2025.
Semoga tidak ada aral-melintang dan kami bisa menyelesaikan kegiatan sebelum limit waktu pada Desember 2025 mendatang, tandasnya.
Menyikapi soal dugaan adanya isu soal fee kepada oknum tertentu, Suardam lagi-lagi menyebut bahwa, inilah yang di antisipasi sehingga perlunya melibatkan pengawasan baik unsur penegak hukum maupun internal sendiri.
Semoga tidak terjadi dan tetap berjalan sesuai aturan, imbuhnya. (yun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *