Makassar, JagadNews.online
Ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tahun 2025 baru saja di helat di Jakarta.
Para atlet karate dan pencak silat siswa SMA se-Indonesia ikut meramaikan kegiatan rutin tersebut termasuk dari Sulsel.
Salah satu atlet dari Sulsel adalah Ahmad Ramadhan Akbar, siswa SMAN 21 Makassar ikut mempersembahkan prestasi pada ajang tahunan tersebut.
Meski ajang itu cukup kompetitif namun siswa SMAN 21 Makassar mampu juara tiga dengan meraih medali perunggu dalam cabang olahraga karate kategori katak.
Kabid SMA Disdik Sulsel Nurkusuma melalui Ketua Tim, Muh Agil menjelaskan bahwa prestasi yang di raih salah satu siswa, menjadi bukti bahwa pembinaan di sekolah sudah menunjukkan hasil yang signifikan, ujarnya kepada media Selasa, 25 November 2025.
“Ini perlu di apresiasi dan sekaligus prestasi tersebut menjadi kado istimewa Hari Guru Nasional tahun ini, ” tutur Agil yang juga staf Bidang SMA Disdik Sulsel itu.
Masih kata Agil bahwa, ke depan jika ada perlombaan sejenis, para siswa yang bertanding perlu dikarantina selama sebulan, urainya.
Lebih lanjut, Agil mengatakan pembinaan yang di lakukan di sekolah baik dalam olahraga karate dan silat, bisa ditingkatkan sehingga tahun depan bisa berprestasi lebih moncer lagi.
“Jadi semua pihak perlu memberikan dorongan dan motivasi termasuk pihak sekolah yang perlu memberikan perhatian serius, jika ada siswanya yang mewakili daerah, imbuh mantan Kasubag TU UPT Disdik Maros.
Sementara Plt Kepala SMAN 21 Makassar, Subandi mengaku berbangga karena salah satu siswanya menjadi juara di Jakarta.
“Hadiah sebagai juara ketiga uang tunai 15 juta itu, bermakna dan bernilai baik buat siswa, nama sekolah dan nama daerah,” katanya.
Sekadar diketahui dalam perlombaan 02SN tersebut, Sulsel mengutus delapan siswa dari berbagai sekolah yakni, SMAN 1 Sinjai, SMAN 21 Makassar, SMAN 1 Bulukumba, SMAN 6 Palopo, SMAN 9 Gowa, SMAN 1 Pangkep, SMAN 11 Jeneponto dan SMAS Islam Terpadu.
Para siswa tersebut di dampingi Muh Agil sebagai Ketua Tim rombongan, Faisal sebagai pelatih karate dan Gustina guru dari SMAN 6 Palopo, tandas Subandi.(Budi-yun)
