Makassar, JagadNews.online

Sejumlah aparatur sipil negara (ASN) Dinas Pendidikan Sulsel mengeluh dan risau menyikapi pembayaran tunjangan penghasilan pegawai (TPP) yang terhalang dengan pelunasan pajak kendaraan bermotor.
Salah satu staf Disdik Sulsel mengatakan, masak hanya dengan pelunasan pajak kendaraan bermotor sebesar 200 ribu, harus kami korban 2 juta dari TPP, kan tidak logis, katanya.
ASN tersebut menilai pemerintah perlu memikirkan hal itu sebab bisa berdampak kepada banyak ASN.
Dia sepakat membayar pajak memang harus dan itu bagian dari kewajiban sebagai warga negara.
Dia memberi contoh, bahwa kalau PBB (pajak bumi dan bangunan) itu tidak masalah sebab kita mudah membayar, tapi kalau kendaraan dengan atas nama pemilik saya misalnya sudah berpindah tangan kepada orang lain karena sudah terjual situasinya pasti dilemaris, ujarnya.
Tidak mungkin saya harus cari dimana kendaraan tersebut, ini namanya bak makan buah simalakama.
Oleh karena itu pemerintah harus menyikapi persoalan tersebut mengambil win-win solution karena TPP menjadi tambahan kesejahteraan pegawai.
ASN tersebut mengaku prihatin kalau hal ini terus berlangsung sebab bakal tidak menerima lagi TPP, sementara kebutuhan anak sekolah di awal tahun ajaran juga mendesak dan hingga sekarang juga belum terbayar, keluhnya.(yun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *