Makassar, JagadNews.online
Setiap tahun saat jelang penerimaan murid baru selalu menimbulkan masalah dan kerumitan terutama di kota Makassar sebagai episentrum, sebab jumlah anak didik yang tamat di SMP di kota Makassar tidak berbanding lurus dengan ketersediaan gedung SMAN yang memadai, sementara animo anak cenderung memilih SMAN sebagai opsi utama.
Pasca Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026 di jenjang SMAN dan SMKN Sulsel malah belum tuntas, sebab masih banyak calon siswa yang hendak memilih jalan untuk masuk di sekolah negeri, hingga terbukalah kran penambahan kuota kursi.
Rumitnya karena urusan kuota kursi lowong justru bukan di ranah Cabdis atau satuan pendidikan SMA, SMK malah diduga dicaplok Disdik Sulsel.
Fatalnya, saat SPMB berlangsung pemerintah memberi kewenangan penuh kepada satuan pendidikan dan Cabdis, tetapi saat akan sistem telah berjalan, muncullah istilah pengisian kuota kursi yang gagal dalam SPMB, serta-merta pengisian kuota tersebut ‘direbut’ Disdik Sulsel.
Ini tentu menjadi masalah sebab pejabat yang menangani sulit untuk di temui bahkan kedua pucuk pimpinan di Disdik Sulsel tidak pernah terlihat di ruang kerjanya.
Ini sebuah dilematisasi dan memantik pertanyaan publik maupun pihak sekolah. Pasalnya, apabila Cabang Dinas telah diberikan kewenangan dalam pelaksanaan SPMB, mengapa proses pemenuhan kuota tetap dalam kewenangan Cabdis atau satuan pendidikan.
Transparansi dalam setiap tahapan SPMB dinilai sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap sistem penerimaan murid baru. Selain itu, kejelasan mengenai dasar hukum dan mekanisme pengambilalihan pemenuhan kuota juga perlu disampaikan secara terbuka agar tidak berpolemik di tengah masyarakat.
Sementara Kadis Pendidikan Sulsel Iqbal Nadjamuddin yang dikonfirmasi media mengatakan bahwa soal itu diatur dalam juknis terkait kuota yang kosong setelah SPMB, tulis Kadis melalui pesan singkat Senin, 13 Juli 2026.
“Kalau mau lebih jelas konfirmasi pa Mustakim sebagai Koordinator Pelaksanaan SPMB,” tulisnya lagi.
Ketua Panitia SPMB Mustakim yang dikonfirmasi media ini juga belum memberi tanggapan.
Mustakim yang Plt Sekdis tersebut saat dihubungi Hpnya juga sibuk dan berada pada panggilan lain.(yun)
