Makassar, JagadNews.online

Sejumlah jabatan lingkup Disdik Sulsel nyaris diisi Pelaksana Tugas (Plt) akibatnya pelayanan yang mestinya normal akhirnya tidak berjalan maksimal.
Informasi dinternal Disdik Sulsel menyebut bahwa, dalam satu tahun lebih terakhir ini pejabat eselon III yang di isi Plt adalah Sekdis, Kabid GTK, hingga Kabid SMA, ujar sumber itu.
Yang lebih fatal lagi, usai jabatan Kabid SMA yang ditinggalkan Nurkusuma, jabatan eselon III tersebut telah dua kali mengalami pergantian, yang pertama di jabat Kasubag TU PTKIP (Tekkom) Iksan Sanusi, hanya sepekan lebih yang bersangkutan kembali di ganti oleh Kepala PTKIP Riswan Sawedi, sehingga ini yang dikategorikan ‘pejabat tambal sulam’ sebut sumber di Disdik.
Bukan hanya itu, pejabat eselon lII Disdik lainnya, yang juga di isi Plt adalah Cabdis Wilayah VII, Takalar Jeneponto, Cabdis Wilayah V Bulukumba, Bantaeng Sinjai, Cabdis Wilayah III Bone yang juga sudah dua kali pergantian Plt dan terakhir Cabdis Wilayah XII yang baru beberapa pekan Cabdisnya memasuki purnabakti juga di jabat Plt, dan khusus Cabdis Wilayah IX Pangkep justru tiga jabatan eselon IV kosong karena pensiun dan hingga hari ini tak satupun yang mengisi jabatan tersebut sehingga di ambil sepenuhnya Kacabdis.
Menanggapi hal itu, mantan Pejabat Disdik Sulsel HM.Syarkawi Ramly, SE, MM menjelaskan mengaku prihatin atas fenomena yang terjadi di Disdik Sulsel.
Menurut mantan Kacabdis IX Pangkep ini pengisian jabatan itu punya mekanisme sehingga tidak serta-merta di isi tanpa melihat kapasitas dan jenjang kepangkatan pejabat tersebut.
Purnabakti Disdik Sulsel yang dikenal vokal ini lebih lanjut menjelaskan bahwa, pengisian jabatan itu tidak boleh atas dasar like and dislike (suka atau tidak) tapi lebih dari kompetensi pejabat serta pengalaman bahkan kepangkatan, tuturnya.
Kami sebagai orang yang peduli pendidikan mengaku prihatin kepemimpinan Disdik Sulsel sekarang ini kami dengar banyak menimbulkan masalah, sehingga akan mengubur mimpi upaya peningkatan mutu pendidikan di masa datang, tandasnya.
Syarkawi yang juga mantan Kasubag Keuangan Disdik Sulsel ini menilai bahwa, pengangkatan atau pengisian jabatan lingkup Disdik Sulsel saat ini seolah ada bargaining serta kepentingan tertentu sehingga yang diakomodir juga orang tertentu tanpa melihat sistem itu bekerja dengan normal dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan kalau ini terjadi pendidikan bisa rusak dan berakibat menjadi buah simalakama, tandasnya.
Kita ingin mengembalikan kepercayaan masyarakat (public of trust) atas kelangsungan pendidikan yang bermutu dan berkualitas, tandasnya.
Sekadar diketahui bahwa, selain bertabur pejabat yang menyandang Plt di Disdik, juga di satuan pendidikan pun demikian, lebih seratus tingkat SMA, SMK dan SLB juga di jabat Plt bahkan meningkat seiring adanya kepala sekolah yang memasuki usia purnabakti, hal tersebut tidak boleh dibiarkan berlama-lama sebab ada tanggung jawab besar kepala sekolah menata pendidikan untuk para anak bangsa.
Sementara Kadis Pendidikan Sulsel yang di konfirmasi media ini juga tak merespon.(yun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *