Makassar, JagadNews.online
Dua jabatan eselon III Disdik Sulsel tidak di jabat defenitif padahal jabatan tersebut membutuhkan pelayanan maksimal.
Kedua jabatan kursi Kabid SMA dan Kabid SMK Disdik Sulsel tersebut seolah mengalami krisis figur dan pemimpin.
Dari informasi yang di himpun JagadNews.online menyebutkan dua jabatan tersebut hingga kini sudah satu bulan lebih mengalami kekosongan dan hanya di jabat pelaksana harian.
Menurut informasi di Disdik untuk Kabid SMK di jabat Plh Ridwan Sawedi yang juga Kepala PTIKP atau Tekkom dengan eselon III sementara Bidang SMA di jabat Plh Arfan Tahir yang juga Kasubag Program Disdik Sulsel atau eselon IV.
Lanjut sumber itu menjelaskan bahwa, dengan posisi jabatan strategis yang membidangi SMA dan SMK, apakah mungkin dapat memaksimalkan pelayanan, sebab kedua Plh juga harus konsentrasi pada jabatan defenitifnya, saya kira ini yang tidak mampu di pikirkan dampaknya oleh pimpinan, ujar salah satu pensiunan senior Disdik Sulsel.
Bahkan, pensiunan senior tersebut menegaskan bahwa, seorang pimpinan harus bekerjasama dengan bawahannya dengan baik karena ini adalah organisasi yang tidak boleh ada sekat, jelasnya.
Dia juga menyinggung soal penonaktifan pejabat dengan mengeluarkan surat resmi, maka secara otomatis seorang pejabat atau pimpinan tentu harus kembali mengeluarkan surat pengaktifan jika dia menghendaki pejabat itu aktif, itu namanya etika organisasi dan tidak boleh serta-merta pejabat tersebut kembali menempati jabatannya tanpa surat resmi, tentu malu kan, ujarnya.
Jadi, dalam organisasi apalagi OPD sebesar ini tidak boleh ada jabatan kosong kecuali ada hal yang sangat urgen terkait organisasi dan bukan yang lain.
Disini tidak berlaku like and dislike, tetapi kekompakan dan kebersamaan memberikan pelayanan kepada masyarakat terutama dalam lingkup pendidikan, tegasnya lagi.
Sementara Kadisdik Sulsel Iqbal Nadjamuddin yang di konfirmasi media ini melalui chat whatsapp nya Senin 27 Oktober 2025 tak satupun direspon.
Kadisdik Sulsel tak pernah menjawab dan memilih bungkam, saat ditanya apa dasarnya menonaktifkan pejabat yang notabene di angkat Gubernur Sulsel, hingga berita ini terpublis Kadisdik tak memberi keterangan.(yun)
