Makassar, JagadNews.online
Tidak seperti biasanya kali ini peringatan Isra Mi’raj di SMAN 22 Makassar meski meriah tapi ada rasa haru dan raut sedih tergambar pada sejumlah guru dan staf. Penghujung Januari 2026 adalah tahun dan masa akhir pengabdian kepala SMAN 22 Makassar Drs. Junaid, M.Pd.
Sosok kepala sekolah yang ulet, sabar, tekun dan sukses itu akan menutup lembaran perjalanan tugas pada negara dengan purnabakti.
Tepat Jum’at, 29 Januari 2026 di Mushollah SMAN 22 Makassar acara Isra Mi’raj digelar dihadiri rekan sejawat dari pengawas sekolah Disdik Sulsel yakni, Hj. Sitti Mutmainna yang juga isteri Kepala SMAN 22 Makassar.
Selain itu juga terlihat jajaran pengawas lainnya Andi Sulolipu, Ahmad Nurun, Jumadil, Sabirin, H. Sulaeman hingga para guru SMAN 22 Makassar serta para murid.
Kepala SMAN 22 Makassar Junaid,. M.Pd , mengatakan bahwa hidup itu terus berputar dan berjalan demikian juga Isra mi’raj maknanya perjalanan spiritual Manusia Agung dalam proses pemahaman ilahiyah sang Nuhuwat Nabi Muhammad SAW.
Intinya kata
Junaid, Isra Mi’raj adalah kesempurnaan sholat lima waktu dan mengambil hikmahnya seperti peningkatan keimanan, kesabaran dan makna hidup sebagai perjalanan spiritual menuju Allah SWT.
Sementara Ustadz Muhammad Astar dalam ceramahnya.
menjelaskan tentang makna peristiwa mukjizat Nabi Muhammad SAW pada malam 27 Rajab, terbagi dua Isra ( Mekkah – Asqa)dan Mi,raj( Asqa -Langit ke- 7/Sidratul Muntaha).
Sang Penghulu Alam mendapat tugas kenabian dari Allah SWT sebagai Rahmatanan lilalamain, dengan perjalanan itulah mala Fajar Islam hingga kini masih terus bersinar dan akan terus menerangi alam ini.(Risal)
