Pangkep, JagadNews.online
Proses pendidikan di SMAN 10 Pangkep tetap berjalan lancar dan kondusif sama dengan sekolah lainnya.
Hal tersebut diungkapkan Kepala SMAN 10 Pangkep Imran, S.Pd, MM yang di temui di ruang kerjanya Rabu, 8 Oktober 2025.
Dengan santai dan rileks Imran menceritakan soal SMAN 10 Pangkep yang menurutnya satu-satunya SMA di Sulsel yang memiliki SMA Terbuka.
“Dari sejumlah SMA Terbuka di Indonesia, hanya Pangkep yang masih ada SMA Terbuka di Sulsel dan tetap memiliki banyak siswa, seraya mengatakan saat ini sesuai data statistik sebanyak 201 siswa SMA Terbuka dalam naungan SMAN 10 Pangkep aktif mengikuti proses pembelajaran secara daring,” ujarnya.
Sambil menunjuk data sekolah pria berdarah Mandar-Madura ini, menjelaskan bahwa data terbaru jumlah siswa SMAN 10 Pangkep sebanyak 626 orang dan itu sudah termasuk siswa SMA Terbuka dari enam tempat kegiatan belajar (TKB) sebanyak 201 orang.
Adapun siswa SMA Terbuka menyebar pada enam TKB yakni, TKB Labakkang, Doang-Doangan, Barang Caddi, Balocci, Minasate’ne dan Dewakang, bahkan ada siswa kami dari pedalaman Tator, paparnya.
Ada tiga point penting sehingga SMA Terbuka masih tetap di pertahankan yaitu, soal akses siswa yang jauh, ekonomi rendah, serta kebanyakan siswa masih aktif membantu bekerja orang tuanya, sementara mereka juga tetap ingin sekolah, jelasnya.
Untuk proses pembelajaran dilakukan secara online dan guru kunjung, meski ada kendala karena lokasinya yang ada di pulau dan pegunungan tapi sebagai pendidik tetap di laksanakan sebagai tugas pokok dan yang pasti kami bertekad agar anak-anak tetap sekolah, ujar Imran mantap. Bahkan, katanya alumni SMA Terbuka ada empat yang sukses lolos di TNI dua di matra AD dan dua di AL dan siswa tersebut berasal dari pedalaman Tana Toraja, ujar mantan Kepala SMAN 14 Pangkep ini.
“Yah, kami kaget saat kedua orang tua siswa kami datang ke sekolah, saya pikirnya kami ada masalah ternyata kedua orang tua termasuk siswa kami yang lolos TNI datang merangkul dan mengucapkan banyak terima kasih karena anak didiknya sukses masuk TNI,” tutur Imran.
Selain siswa SMA Terbuka, siswa reguler SMAN 10 Pangkep juga lebih eksis dalam segala program pendidikan, semua agenda pendidikan tak ada yang terlewatkan.
Kuncinya, kami mengabdi di pendidikan untuk mendorong generasi muda yang cerdas, karena itu juga kami tetap menjadi pionir dan panutan terutama soal kedisiplinan.
Kami terasa ada yang tidak lengkap kalau terlambat tiba di sekolah, karena itu selalu tiba di sekolah sebelum guru dan siswa lainnya berada di sekolah, tutur Imran.
Harus menjadi contoh yang baik buat stakeholder dan hal itu kami lakukan dari diri, yang pasti kami fokus untuk pendidikan, imbuhnya.(yun)
