Makassar, JagadNews.online

Upaya penegakan hukum tak boleh setengah hati sebab hukum menempati posisi tertinggi dalam segala sendi kehidupan masyarakat.
Ditengah kompleksitas tatanan dan penegakan hukum tentu punya tantangan besar sehingga suasana tersebut di tuntut adanya peningkatan SDM termasuk pergantian pimpinan sebagai hal yang lumrah inilah yang dilakukan Kejaksaan Agung RI kepada jajarannya untuk melakukan rotasi, termasuk di lingkup Kejaksaan Tinggi Sulsel.
Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kajati Sulsel), Dr. Didik Farkhan Alisyahdi, dalam upacara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bulukumba di Baruga Adhyaksa Kejati Sulsel, Jumat, 9 Januari 2026 kemarin.
Kajati Sulsel Dr.Didik Farkhan Alisyahdi resmi melantik Erwin Juma, SH, MH sebagai Kepala Kajari Bulukumba yang baru yang menggantikan Banu Laksana. Acara tersebut dihadiri Wakajati Sulsel, Prihatin, para Asisten, sejumlah Kepala Kejaksaan Negeri, serta Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Sulsel.
Kajati Sulsel Dr. Didik Farkhan Alisyahdi dalam sambutannya menyampaikan bahwa perpindahan atau estafet kepemimpinan adalah awal dari sebuah tantangan baru.
Kajati Sulsel memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Banu Laksana atas dedikasi dan prestasi yang telah diraih selama menjabat sebagai Kajari Bulukumba.
Kepada pejabat yang baru dilantik, Kajati Sulsel menegaskan mengenai pentingnya menjaga marwah institusi sebagai lembaga penegak hukum.
“Selamat atas kepercayaan dan amanah ini dan Bulukumba memiliki dinamika hukum dan sosial yang khas.
Saya ingatkan kepada Kajari yang baru untuk selalu waspada. Jangan sampai terulang pelanggaran yang pernah dilakukan oleh oknum mantan Kajari Enrekang,” tegas Didik Farkhan.
Kami titipkan tiga poin utama dalam menjalankan tugas di Kabupaten Bulukumba yakni, Tegakkan hukum tanpa pandang bulu, menjaga keadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Tingkatkan pelayanan publik atau memberikan pelayanan prima dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan perkuat koordinasi antar-lembaga dengan membangun sinergi yang solid dengan Aparat Penegak Hukum (APH) lain serta instansi terkait guna memastikan penegakan hukum berjalan selaras dengan KUHP dan KUHAP yang baru, papar Kajati Sulsel.
Lebih lanjut, Kajati menekankan agar penanganan perkara, khususnya tindak pidana korupsi, dilakukan secara profesional, berintegritas, dan tuntas.
“Integritas adalah harga mati dalam menjaga kehormatan korps di mata masyarakat.
Sementara Kajari Bulukumba Erwin Juma, SH, MH mengatakan bersyukur atas amanah dan kami siap menjalankan tugas yang di bebankan negara terhadap saya, ujar mantan Koordinator Kajati Sulawesi Tengah itu.
Sebagai Insan Adhyaksa lanjut Erwin Juma sudah menjadi harga mati untuk menegakkan hukum tanpa intervensi dari pihak manapun, tutur mantan Plt Kajari Buol Sulawesi Tengah ini.
Putra Bone, Sulsel ini juga menyebutkan bahwa kerjasama dari semua pihak terutama unsur Kejaksaan sangat penting dalam rangka menyelesaikan tugas.
Erwin Juma yang juga pernah menjabat Kasi Pidsus Kajari Palu, Sulawesi Tengah berharap agar semua stakeholder memberikan dukungan positif dalam rangka pelayanan hukum yang berkeadilan.
Selamat buat Erwin Juma, SH, MH dalam melaksanakan tugas dan sukses selalu.(yun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *