Pangkep, JagadNews.online
Proyek kegiatan revitalisasi Kemendikdasmen Republik Indonesia tahun ini tengah berlangsung secara nasional.
Hal ini juga dilaksanakan di jajaran SMA, SMK dan SLB di Kabupaten Pengkep.
Khusus di SMAN 2 Pangkep yang beralamat di Kecamatan Segeri kegiatan revitalisasi juga kini tengah berlangsung.
Plt Kepala SMAN 2 Pangkep St Rahmah, S.Pd, M.Pd yang dihubungi media ini Senin, 6 Oktober 2025 mengatakan bahwa, kegiatan revitalisasi di mulai sejak 8 Agustus 2025 dan alhamdulillah hingga hari ini berjalan lancar dan berharap semoga bisa selesai tepat waktu.
Sitti Rahmah lebih lanjut mengungkapkan bahwa, sekolah yang di pimpinnya dari sejak lama selalu menjadi langganan banjir setiap musim hujan, ujarnya yang di benarkan Staf SMAN 2 Pangkep Muhammad Rifai.
“Jika curah hujan tinggi datang sekolah ini di kepung banjir hingga ketinggian 50 centimeter hingga melumpuhkan semua proses belajar-mengajar bahkan merusak peralatan sekolah dan itu sudah sering terjadi,” tutur Muhammad Rifai.
Masih kata St Rahmah bahwa, SMAN 2 Pangkep mendapat kegiatan fisik dengan meninggikan lantai bangunan hingga 70 centimeter secara otomatis juga maka bangunan tersebut mengalami rehabilitasi berat sebab dari lantai hingga atap harus dibenahi tuntas.
Sementara bangunan yang mendapat bantuan sebanyak sembilan ruang kelas belajar, satu unit laboratorium dan lima bangunan baru toilet dengan anggaran sekira Rp2 miliar lebih.
Kini bangunan tersebut hingga kini progresnya sudah mencapai 48 persen, seraya mengatakan kegiatan tersebut dimulai dengan pencairan dana awal 70 persen.
Diketahui bahwa, sekolah yang memiliki lahan sekira dua hektar dengan ruang kelas sebanyak 25 ruangan dan jika kegiatan ini lancar maka di harapkan nantinya tetap mendapat bantuan guna penyelesaian, tandasnya.
Soal pengawasan, agar tetap berjalan maksimal, semua unsur terkait agar mendukung kegiatan ini dengan positif.
Dalam kegiatan tersebut pihaknya juga mengaku sering mendapat telepon atau chat dari nomor yang tidak di kenal namun dia tidak menggubrisnya, apalagi jika sudah bernada ancaman, dia enggan mengomentarinya. 
Terkait proses belajar mengajar siswa, Rahmah mengatakan tetap lancar dan maksimal.
Anak-anak kami tetap belajar dengan lancar dengan menggunakan ruang musallah serta di bawah pohon rindang di areal sekolah.(yun)
