Pohuwato, JagadNews.online
Nasib dan garis tangan manusia tak ada yang tahu, namun semua harus disertai usaha, ikhtiar dan doa dan yang menentukan hanyalah yang serba maha Allah SWT.
Demikian halnya Ishak seorang putra berdarah Sinjai, Sulsel yang berada di tanah rantau tepatnya di Desa Dudewulo Kecamatan Popayato Barat, Kabupaten Pohuwato Provinsi Gorontalo yang mengadu nasib puluhan tahun lalu akhirnya tercatat menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kontrak (PPPK) setelah di kukuhkan pada Kamis, 2 Oktober 2025 di lingkup Pemkab Pohuwato.
Kepada media ini Ishak mengucapkan puji syukur kepada Allah SWT berkat rahmat dan hidayahNya akhirnya kami mewujudkan cita-cita dan impian terwujud menjadi tenaga PPPK.
Tentu ini semua tercapai juga atas doa semua keluarga baik yang ada di Sulsel maupun di Gorontalo, termasuk kawan sejawat, ujar aktivis Muhammadiyah ini.
Pria sederhana, ramah, gaul serta penyabar ini, telah mengabdi sekira 18 tahun sebagai guru honor bidang studi Prakarya di SMPN 2 Popayato Barat, Kecamatan Popayato Barat Kab Pohuwato.
Pengabdiaannya juga bukan semata di dasari dengan honorarium tetapi lebih dari sebuah niat untuk membangun anak bangsa menjadi cerdas.
Kami mengajar atas dasar ketulusan untuk masyarakat khususnya siswa-siswi di sekolah yang berbatasan Provinsi Sulawesi Tengah ini, tutur pria kelahiran Sinjai 1981 ini.
Modal kami meneguhkan trust (kepercayaan) terhadap masyarakat dan sebagai anak rantau yang pas-pasan membangun komunikasi dengan masyarakat setempat akan melahirkan simbol keakraban dalam berinteraksi dengan lingkungan, tutur pria yang juga aktif di dunia karate ini.
Ada yang membuat saya sangat bangga dan terharu bukan karena saya terangkat pegawai negeri, tetapi di saat yang bersamaan ada delapan siswa saya di SMPN 2 Popayato Barat tergabung dalam proses pelantikan menjadi PPPK, salah satu yang pernah di ajar adalah Abdul Munir demikian juga rekan guru di SMP Muhammadiyah juga terlihat dalam pelantikan, ujar Ishak yang berlatar belakang sarjana pertanian.
Suami dari Fitria Lamadupa ini juga mengungkapkan setelah dirinya resmi tercatat menjadi abdi negara, akan menjalankan tugas sesuai aturan yang berlaku dan akan menjunjung tinggi akhlak serta Panca Prasetya Korpri sebagai induk organisasi kepegawaian.
Dengan amanah yang diemban sebagai guru maka dia akan melaksanakan tugas di SMPN 1 Duhiadaa, Kecamatan Duhiadaa, dekat Marisa ibukota Kabupaten Pohuwato yang berjarak sekira 80 kilometer dari tempat tinggalnya di Kecamatan Popayato Barat.
Menurutnya, itu bukan sebuah rintangan tetapi tantangan berat adalah menjaga dan memelihara secara utuh uniform Korpri, jelas Ishak.
Menapak jalan panjang di Bumi Serambi Madinah Gorontalo memang menjadi impian lelaki ini yang sejak berusia sembilan tahun sudah hidup yatim dan di tengah perantauan dia menemukan arti hidup yang sesungguhnya.
Dia yakin bahwa di tengah kerasnya kehidupan ada hikmah yang harus kita petik bahwa tak selamanya arus laut ganas adakalanya tenang, akan halnya lirik lagu H.Rhoma Irama bahwa berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian, bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian, imbuhnya penuh canda.
Selamat buat Ishak, S.P menjadi PPPK, pengabdianmu untuk masyarakat, junjung kehormatan Korpri dan jalankan amanah dengan nawaitu suci.(yun)
