Oleh: Abdul Hafid Paronda

“Malappa” artinya datar. Lappa, nama salah satu Desa di wilayah Kecamatan Sinjai Utara, yang berbatasan dengan sungai Tangka ke muara – hingga perairan Teluk Bone. Sepintas memang terlihat datar permukaan tanahnya.
Hampir setiap pagi saya menyaksikan “teriakan” Juru Lelang ikan di TPI Lappa. “Lima ribu, Lima ribu, Lima ribu jadi!”. Begitu suara serak-serak basah “Pang Jabi” Juru Lelang yang terkenal.
Saya jadikan tontonan setelah Shalat Shubuh di masjid “LelongngE” – beberapa meter dari TPI tadi. Itu saya alami tahun 1980-1982, ketika kelas II/III SMAN 277 Sinjai. Bersama Andi Pirman (mantan Direktur PNUP 2 periode).
Pasti sekarang sudah banyak berubah. Katanya, di Larea-rea, sekitar 2 km ke arah timur TPI, ada Pantai Galau, Destinasi wisata yang digandrungi anak Milenial, terutama “Digital Content Creator”.
Kini sudah terjadi pemekaran ‘status’ wilayah pemerintahan. Pulau Sembilan yang dulunya hanya Desa, sekarang sudah Kecamatan. Sudah lepas dari Kecamatan Sinjai Utara.
Perairan Teluk Bone yang melintasi wilayah Sinjai sangat menantang. Khususnya terkait rancangan strategis untuk tata kelola potensi wilayah. Dinas Pendidikan bisa merintis SMK Pelayaran, Kelautan dan Perikanan, yang jika berkolaborasi dengan Dinas Perindustrian, dapat menginisiasi Industri Ikan Kaleng Terapung setelah menghadirkan investor yang kredibel (macca, malempu, mafakke).
Spesies ikan di perairan laut wilayah Sinjai sangat beraneka ragam. Nelayan bisa melaut hingga ke “Limpoge”, di mana ikan Tuna dan Kakap Raksasa bisa ditemukan. Sementara untuk ikan Tongkol biasa dan spesies lain pada umumnya, cukup dari pengoperasian “Bagang” mobile (Bagang monang) di lokasi yang tidak terlalu jauh dari Pulau Sembilan.
Sembilan Pulau di gugusan Pulau Sembilan, semuanya bisa dikelola sebagai Destinasi wisata produktif. Burunglohe – Pulau terbesar memiliki pantai terjal mirip “Apparalang” di Bonto Bahari Bulukumba (?). Di situ bisa dibangun “Sea Water Pump Storage Electrical Plant” – Pembangkit Listrik Tenaga Air Laut – yang dipompa naik. Seperti yang ada di Okinawa, Jepang.
Kambuno, ibukota Kecamatan Pulau Sembilan, sejak dulu sudah diakui sangat eksotik. Belum lagi Kanalo 1/2, Kodingareng, dan lain-lain.
Pastinya, semua hasil laut berupa ikan, akan dibawa ke TPI Lappa untuk didistribusikan ke konsumen melalui manajemen Lelang. Karenanya, Lappa tetap makin strategis. Biarlah datarannya “malappa”, tapi kurva pertumbuhan ekonominya semestinya menukik-mendaki (tuppu menre) agar menjadi sumber kesejahteraan masyarakat.
Waktu itu Andi Bintang, kini Ibu Ratna Bupatinya. Ayo kita dukung program pembangunan Sinjai dengan kontribusi multisektor dan ilmu multidisiplin. Sebagai alumni SMAN Sinjai tahun 1982, saya bangga dengan Sinjai yang sangat potensial. Tentu tidak hanya kebanggaan potensial teoretik, namun juga wajib mengawalnya hingga mewujud nyata sebagai indikator realisasi “renstra” pembangunan yang signifikan. Semoga.(*)

Penulis : Dosen, tinggal di Kota Bekasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *